Monday, September 26, 2016

Pengertian, Evolusi, Differensiasi Magma

Posted by Edo Bramantyo on Monday, September 26, 2016




Pengertian Magma 
Magma adalah cairan atau larutan silikat pijar, yang terbentuk secara alamiah, bersifat mobil, bersuhu antara 9000 - 1200atau lebih dan berasal dari kerak bumi bagian bawah atau selubung bumi bagian atas (lihat F. F. Grouts, 1947; Turner dan Verhoogen, 1960 ; H. Williams, 1962).

baca juga: Batuan Piroklastik


Komposisi kimiawi magma dari contoh-contoh batuan beku terdiri dari :
a.    Senyawa-senyawa yang bersifat non volatil dan merupakan senyawa oksida dalam magma. Jumlahnya sekitar 99% dari seluruh isi magma, sehingga merupakan mayir elemen, terdiri dari SiO2, Al2O3, Fe2O3, FeO, Mno, CaO, Na2O, K2O, TiO2, P2O5.

b.    Senaywa volatil yang banyak pengaruhnya terhadap magma, terdiri dari fraksi-fraksi gas CH4, CO2, HCl, H2S, SO2, dan sebagainya.

c.    Unsur-unsur lain yang disebut unsur jejak (trace element) dan merupakan minor element seperti Rb, Ba, Ni, Co, V, Li, Cr, S, dan Pb.

Bunsen (1951, W. T. Huang) mempunyai pendapat bahwa ada dua jenis magma primer, yaitu basaltis dan granitis dan batuan beku merupakan hasil campuran dari dua magma ini kemudian mempunyai komposisi lain.

Dally, 1933, Winkler (Vide W. T. Huang, 1962) berpendapat lain yaitu magma lain, yaitu magma asli (primer) adalah bersifat basah dan selanjutnya akan mengalami proses diferensiasi menjadi magma bersifat lain. Magma basah bersifat encer (viscositas rendah), kandungan unsur kimia berat, kadar H+ , OH- dan gas tinggi, sedangkan magma asam sebaliknya.

Evolusi Magma 
Sekurang-kurangnya genesa batuan beku, vulkanik, maupun plutonik harus ditinjau dari 3 segi:
  1. Faktor yang memerikan bagaimana dan dimana larutan bergenerasi di dalam selubung atau pada kerak bumi bagian bawah.
  2. Kondisi yang berpengaruh terhadap larutan sewaktu naik ke permukaan.
  3. Proses-proses di dekat permukaan yang menyempurnakan generasi.

Magma dapat berubah menjadi magma yang bersifat lain oleh proses–proses sbb :
1. Hibridisasi, Pembentukan magma baru karena pencampuran 2 magma yang berlainan jenis.
2. Sintesis, Pembentukan magma baru karena proses asimilasi dengan batuan samping.
3. Anateksis, Proses pembentukan magma baru dari peleburan batuan pada kedalaman yang sangat besar.

            Dari magma dengan kondisi tertentu ini selanjutnya mengalamidifferensiasi  magmatic. Differensiasi magmatic ini meliputi semua proses yang mengubah magma dari keadaan awal yang homogeny dalam skala besar menjadi massa batuan beku dengan komposisi yang bervariasi.
           
Differensiasi Magma
Proses-proses differensiasi magma meliputi :
  • Fragsinasi,
Pengertian fragsinasi adalah pemisahan Kristal dari larutan magma karena proses kristalisasi berjalan tidak seimbang atau Kristal-kristal pada pendinginan tidak dapat mengikuti perkembangan. Komposisi larutan magma yang baru ini terjadi terutam akarena adanya perubahan temperature dan tekanan yang mencolok dant iba-tiba.

  • Crystal settling / Gravitational settling,
Crystal settling / Gravitational settling adalah pengendapan Kristal oleh gravitasi dari Kristal-kristal berat Ca, Mg, Fe yang akan memperkaya magma pada bagian dasa rwaduk. Disini mineral silikat berat akan terletak dibawah mineral silikat ringan.

  • Liquid Immisibility,
Liquid Immisibility,adalah larutan magma yang mempunyai suhu rendah akan pecah menjadi larutan yang masing-masing akan membeku membentuk bahan yang heterogen.

  • Crystal Flotation
Ialah pengembangan Kristal ringan dari sodium dan potassium yang akan memperkaya magma pada bagian atas dari waduk magma.

  • Vesiculation,
ialah proses dimana magma yang mengandung komponen seperti CO2, SO2, Cl2, dan H2O sewaktu naik kepermukaan membentuk gelembung-gelembung gas dan membawa serta komponen volatile Sodium (Na) danPottasium (K).

  • Diffusion,
ialah bercampurnya batuan-batuan dinding dengan magma didalam waduk magma secara lateral.


Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment