Monday, June 5, 2017

REVIEW MANAJEMEN KONFLIK

Posted by ED-ONE on Monday, June 5, 2017



Konflik sering terjadi antara dua belah pihak yang berbeda dalam minat, persepsi, tujuan, nilai-nilai, dan pendekatan masalah. Konflik muncul bila kita merasa pihak lain mencampuri atau menghalangi tindakan, ide-ide atau keyakinan yang kita miliki. Besarnya kemungkinan terjadinya konflik antar individu di dalam komunitas atau organisasi disebabkan oleh keunikan individu tersebut.

Untuk itu, konflik pun perlu dikelola. Langkah awalnya yaitu, memandang bahwa konflik adalah hal yang normal dan sering kali tidak terhindarkan. Kemudian langkah selanjutnya yaitu melatih diri untuk tidak bereaksi secara berlebihan ketika muncul konflik dan menggunakan strategi-strategi tertentu untuk mengatasi.

Hasil sebuah konflik tidak selalu bersifat negatif, ada juga membuahkan hasil positif tergantung bagaimana kita mengatasinya. Konflik yang positif itu sangat berguna untuk mendukung tujuan bersama apabila terjadi keberhasilan diarahkan untuk mengambil keputusan lebih baik, lebih kreatif dan inovatif untuk masalah-masalah jangka panjang.

Bagaimana kita mengelola konflik dengan baik juga bisa dilakukan dengan adanya keterampilan interpersonal pada diri individu masing-masing. Karena tiap-tiap orang memiliki perbedaan karakteristik, tujuan, minat dan kemampuan yang dapat  menimbulkan kesalahpahaman dan konflik. Keserasian hubungan dengan orang lain, memerlukan pemahaman terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri. Salah satu teori yang menjelaskan tentang penyesuaian diri adalah teori humanistik. Ada beberapa tokoh seperti Maslow dan Carl Rogers.

Maslow dikenal dengan hierarki kebutuhan seperti aktualisasi diri, penghargaan, kasih sayang, rasa aman, dan kebutuhan fisiologi. Menurut Maslow penyesuaian diri yang optimum terjadi bila individu terlah terpuaskan dalam 4 tingkat kebutuhan dari yang paling dasar dan mulai mengaktualisasikan diri seperti aktualisasi bakat-bakat dan kecakapan-kecakapan.

Begitu juga Carl Rogers yang memiliki pandangan sesuai dengan Maslow. Menurut Carl Roger kunci aktualisasi diri adalah konsep diri. Konsep diri terbentuk sejak kanak-kanak, banyak tergantung pada hubungan dengan orang tua.


Contoh kasus yang terjadi adalah adanya konflik dalam mengambil keputusan. Mengambil keputusan tanpa mempelajari dan mempertimbangkan kenyataan yang sesungguhnya akan berakibat keputusan yang diambil kurang tepat. Jika dikaitkan dengan teori Carl Roger mengenai konsep diri, maka dengan kata lain orang yang mempunyai konsep diri positif akan mengambil keputusan tanpa emosional. Dengan kesadaran dan penerimaan ini seseorang mampu memperbaiki kekurangan sehingga mempunyai konsep diri yang positif. Untuk mendukung konsep diri tersebut, seseorang perlu memiliki sikap percaya diri. Sikap percaya diri merupakan sikap seseorang yang memiliki keyakinan teguh akan tindakannya, mampu menyatakan perasaan dan pendapatnya tanpa menyakiti perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain.

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment